Tips Agar Bebas Bau Mulut dan Merawat Kesehatan Gigi
Informasi

Tips Agar Bebas Bau Mulut dan Merawat Kesehatan Gigi

Tips Agar Bebas Bau Mulut dan Merawat Kesehatan GigiMenjaga kesehatan mulut tak kalah dengan menjaga kesehatan organ tubuh lainnya! Penyakit mulut dan gigi bisa menimbulkan rasa sakit dan akhirnya mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Belum lagi jika gigi Anda terekspos, penampilan Anda tidak akan menarik lagi.

Tips Agar Bebas Bau Mulut dan Merawat Kesehatan GigiTips Agar Bebas Bau Mulut dan Merawat Kesehatan Gigi

Dciindia – Gigi merupakan salah satu organ penting dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk memotong dan menghancurkan makanan sehingga mudah untuk menelan dengan benar. Kerusakan gigi dapat mengganggu makan dan minum Anda. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan beberapa langkah perawatan gigi rutin untuk menghindari kerusakan gigi dikutip dari detik.com.

Baca jug : Kuliah Kedokteran Gigi di Amerika 2021

Padahal, menjaga kesehatan mulut relatif lebih mudah dibandingkan dengan merawat organ lain. Yuk, mulai jaga kesehatannya melalui cara-cara sederhana berikut ini.

Bagaimana cara menjaga kesehatan mulut?

Menjaga kesehatan mulut sebenarnya bisa dilakukan melalui cara-cara sederhana tanpa perawatan yang mahal. Berikut beberapa tips yang bisa digunakan untuk menjaga kesehatan mulut.

1. Menyikat gigi dengan benar

Sikat gigi Anda setidaknya dua kali sehari dan pastikan untuk menyikat gigi dengan benar. Dengan pola melingkar untuk menghilangkan plak dari gigi sikat gigi secara perlahan, jangan sekali terburu-buru membersihkan gigi

Cara Menyikat Gigi yang Benar dan Baik

A. Perhatikan posisi sikat gigi

Pegang sikat gigi, lalu letakkan bulu sikat gigi pada permukaan gigi dekat tepi gusi dan miringkan sikat gigi sedikit pada sudut 45o. Karenanya, Anda tidak akan menempelkan seluruh permukaan bulu sikat ke gigi.

B. Mulailah menyikat gigi

Mulailah menyikat gigi dari depan di salah satu sisi mulut. Sikat setiap bagian dengan gerakan memutar berlawanan arah jarum jam selama 20 detik. Fungsi gerakan melingkar ini untuk memungkinkan bulu sikat membersihkan plak yang menempel di celah antara gigi dan gusi.

Setelah membersihkan sisi depan, sikat gigi belakang gigi atas dan bawah dengan gerakan maju mundur yang lembut. Pastikan semua permukaan gigi telah disikat untuk menghilangkan plak atau sisa makanan yang menempel pada gigi.

Bagian yang sering terlupa untuk disikat adalah gigi depan bagian dalam, atas, dan bawah. Untuk menyikat gigi bagian ini, Anda harus memegang sikat gigi secara vertikal. Gunakan ujung kepala sikat gigi untuk meluncur ke atas dan ke bawah.

C. Bersihkan bagian lidah

Setelah menyikat semua bagian gigi, bersihkan permukaan lidah dengan pengikis lidah atau bagian belakang sikat gigi yang dilengkapi pembersih lidah. Cara menggunakan alat ini sangat sederhana. Letakkan alat di belakang lidah dan tarik ke depan lidah. Ulangi beberapa kali sampai lidah Anda terlihat bersih.

D. Menggunakan benang gigi dan akhiri dengan berkumur

Setelah menggosok gigi, gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, lalu bilas sisa kotoran pada gigi dan rongga mulut dengan air bersih.

Setelah itu, Anda juga bisa berkumur menggunakan obat kumur non alkohol atau yang dibuat khusus untuk masalah seperti (gigi sensitif atau seperti bau mulut). Jika perlu, kalian bisa berdiskusi dengan dokter gigi agar memilih obat kumur yang tepat.

E. Hindari menyikat gigi terlalu keras dan terburu-buru

Menyikat gigi dengan keras bisa mengeluarkan darah dan meradang gusi. Gesekan yang terlalu kencang juga dapat merusak lapisan pelindung atau enamel gigi. Inilah penyebab gigi sensitif.

Selain itu, waktu menyikat gigi yang ideal adalah 2 menit. Jika waktu menyikat terlalu singkat atau terburu-buru, sisa makanan mungkin masih menempel di antara gigi dan gusi. Oleh karena itu, hasilnya tidak maksimal.

Untuk mengetahui apakah gigi Anda bersih, Anda bisa merasakannya dengan lidah Anda. Jika Anda merasa permukaan gigi licin saat Anda menyentuh lidah, berarti gigi itu bersih. Namun jika permukaan masih terasa kasar, berarti masih ada sisa plak di gigi Anda.

Cara Memilih Sikat Gigi dan Pasta Gigi yang Tepat

Selain menggunakan cara menggosok gigi yang benar, Anda juga perlu memilih sikat dan pasta gigi yang benar. Metode seperti di bawah ini:

– Pilih sikat gigi yang berbulu lembut

Untuk mencegah kontak dengan gigi sensitif atau memperburuknya, pilih sikat gigi dengan bulu yang lembut. Selain itu, silakan pilih sikat gigi dengan kepala sikat gigi yang sesuai dengan ukuran mulut Anda. Ini untuk mendorong pergerakan bulu agar mencapai seluruh permukaan gigi.

Selain sikat gigi biasa, Anda juga bisa memilih sikat gigi elektrik. Sikat gigi dapat bergerak secara otomatis sehingga memudahkan Anda untuk menyikat gigi. Sikat gigi jenis ini sangat bermanfaat bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam penanganannya akibat radang sendi dan sebab lainnya.

– Memilih pasta gigi yang benar

Pasta gigi yang ideal biasanya mengandung fluoride (fluoride). Kandungan ini digunakan untuk memperkuat enamel gigi dan mencegah kerusakan gigi. Selain itu, Anda bisa memilih pasta gigi herbal yang kaya akan kayu putih dan ekstrak adas atau adas.

Kedua ramuan ini dipercaya dapat menghilangkan semua bau mulut dan sangat menghambat pertumbuhan bakteri terjadi infeksi mulut dan gusi. Selain itu, ada kandungan antioksidan di dalam tanaman juga bisa digunakan untuk mengurangi peradangan.

Gosok gigi secara teratur untuk menjaga kesehatan gigi setiap saat. Ingat, ini bukan hanya rutinitas sehari-hari, cara menyikat gigi juga harus benar. Pemeriksaan gigi dan mulut juga harus dilakukan dengan dokter gigi setiap 6 bulan. Selama konsultasi, Anda bisa bertanya kepada dokter bagaimana cara menyikat gigi dengan benar.

2. Gunakan pasta gigi berfluorida

Selain sikat gigi, Anda juga harus memilih kandungan pasta gigi yang benar. Para ahli merekomendasikan penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride, yang dapat melindungi gigi dari kerusakan dengan cara membunuh bakteri dan melindungi gigi.

Fluorida adalah bahan yang ditemukan di banyak merek pasta gigi, tetapi Anda mungkin bertanya-tanya: apa sebenarnya fluorida itu? Mengapa disarankan menggunakan fluoride dalam pasta gigi? Artikel ini memperkenalkan semua informasi yang perlu Anda ketahui tentang fluorida; fungsi fluorida dalam pasta gigi, serta bahan dan manfaat fluorida untuk gigi dan kesehatan.

Fluorida merupakan mineral alami yang membantu mencegah kerusakan gigi pada anak-anak dan orang dewasa dengan memperkuat permukaan luar gigi (email gigi) dan menahan kerusakan gigi yang disebabkan oleh asam.

Hampir semua air mengandung fluorida, tetapi ini biasanya tidak cukup untuk mencegah kerusakan gigi. Kebutuhan seseorang akan fluorida tergantung pada usia dan jenis kelamin mereka. Sumber asupan fluorida antara lain air minum dan pasta gigi. Jika fluorida kurang, dokter Anda mungkin meresepkan suplemen yang harus mencakup fluorida (seperti tablet atau cairan) dan produk gigi khusus lainnya.

Cara Bebas Bau Mulut dan Merawat Kesehatan GigiCara Bebas Bau Mulut dan Merawat Kesehatan Gigi

Fluoride berperan penting dalam mencegah kerusakan gigi. Kekurangan fluorida dapat menyebabkan demineralisasi email gigi dan membuatnya rapuh. Oleh karena itu, fluorida memiliki tiga manfaat utama bagi kesehatan gigi dan rongga mulut:

A. Bunuh bakteri penyebab timbulnya plak gigi
B. Kurangi kelarutan email gigi dalam kondisi asam.
C. Remineralisasi mineral pada email gigi.

Manfaat fluorida untuk gigi telah diakui oleh komunitas ilmiah. Untuk memastikan asupan fluoride yang cukup setiap hari, pasta gigi fluoride1 dapat digunakan. Tujuan dasar penambahan fluorida ke pasta gigi adalah untuk mengembalikan mineral dalam gigi, yang hilang karena bakteri dan asam dalam makanan atau minuman manis. Simak juga artikel tentang manfaat pasta gigi.

Pasta gigi berfluorida dapat digunakan untuk anak berusia 2 tahun ke atas. Ini untuk mencegah asupan fluorida dalam jumlah besar dalam pasta gigi. Kemudian Anda dapat secara perlahan meningkatkan dosis fluorida dalam pasta gigi berfluorida, oleh karena itu penting untuk memilih pasta gigi berfluorida yang sesuai dengan usia anak Anda.

Manfaat pasta gigi berfluorida untuk anak-anak antara lain:

A. Mencegah kerusakan gigi. Gigi anak rentan berlubang karena biasanya mengonsumsi susu manis.
B. Memperkuat enamel gigi.
C. Mencegah gigi tanggal.
D. Batasi dan cegah pertumbuhan bakteri di mulut.
E. Mencegah hilangnya mineral email.

Namun, pasta gigi yang mengandung fluorida tidak terbatas pada perawatan gigi anak-anak. Fluorida yang terkandung dalam pasta gigi juga penting bagi orang dewasa untuk menahan pembentukan karies gigi.

Sekarang Anda telah mengetahui peran fluorida dalam pasta gigi, dan cara memilih pasta gigi berfluorida yang dapat secara efektif mencegah kerusakan gigi dan memperkuat enamel gigi dalam jangka panjang, dan cara menggunakan jumlah fluorida yang tepat pada gigi Anda.

Contoh pasta gigi berfluoride yang bisa Anda coba adalah Pepsodent P untuk mencegah kerusakan gigi, dimana kandungan kalsium aktif dan mikrofluorida dapat meningkatkan kekuatan gigi dan memberikan perlindungan kerusakan gigi yang maksimal.

3. Lakukan flossing

Membersihkan gigi dengan benang sama pentingnya dengan menyikat gigi. Sayangnya, banyak orang yang belum mengetahui cara menggunakan benang gigi dengan benar. Menggunakan metode flossing yang salah sebenarnya tidak menimbulkan masalah pada gigi, justru menghilangkan plak di sela-sela gigi.

Menurut laporan Mountheathy, ini didasarkan pada bagaimana dokter gigi melakukan perawatan gigi yang baik dan metode flossing korektif:

A. Pilih benang yang tepat dan gunakan alat flossing

Anda bisa membeli berbagai jenis benang gigi dari dokter gigi atau pengecer lokal. Pilih produk yang dapat memenuhi kebutuhan kita. Misalnya, beberapa orang mengalami kesulitan saat utas macet dan terputus. Untuk mempermudah pembersihan, gunakan alat flossing yang dirancang agar Anda tidak perlu lagi menggunakan tangan. Cara terbaik adalah membeli alat flossing langsung dari institusi medis. Selain itu, produk yang perlu kita beli antara lain dental floss, wood spot remover, dan water line.

B. Masukkan benang ke gigi

Sebelum menyikat gigi, gunakan sekitar 18 inci benang gigi dan lingkarkan ujungnya di sekitar jari tengah Anda. Pegang utas 1 hingga 2 inci dengan jari telunjuk dan ibu jari Anda.

C. Mulai Flossing

Bekerjalah dengan lembut, tarik benang bolak-balik di antara gigi dengan cara menggergaji. Berhati-hatilah agar tidak menjepit benang di antara gigi karena dapat merusak jaringan.

D. Posisikan benang dengan benar

Pasang benang gigi dengan benar agar benang gigi mencengkeram gigi dengan bentuk “c”. Geser perlahan benang ke atas dan ke bawah pada permukaan gigi, pastikan sedikit di bawah garis gusi. Setelah selesai, miringkan senar ke arah yang berlawanan dan ulangi langkah ini.

Baca Juga : Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Kolesterol

E. Flossing ke semua Gigi

Gunakan terus benang gigi untuk membersihkan semua gigi atas dan bawah. Cobalah untuk bekerja searah jarum jam, dimulai dengan molar atas di kiri dan diakhiri dengan molar bawah di kiri. Saat Anda memasukkan setiap gigi yang telah ditentukan, keluarkan benang dari jari Anda dan tuangkan kembali agar bagian benang yang bersih dapat digunakan.

Setelah selesai, hapus utas yang digunakan dan jangan gunakan lagi. Jika Anda menggunakannya lagi, Anda dapat menghilangkan bakteri dan kotoran yang baru saja dihilangkan dengan susah payah.

F. Pastikan untuk menyikat Gigi

Setelah membersihkan gigi dengan benang, sikat gigi dan bilas dengan air atau obat kumur. Tidak perlu menyikat gigi setelah membersihkan gigi dengan benang, jadi meskipun Anda tidak menyikat gigi, tetap gunakan benang gigi.

Beberapa organisasi kesehatan yang dilaporkan oleh Verywellhealth tidak peduli bahwa flossing sebelum dan sesudah menyikat akan lebih baik. Tidak ada penelitian yang mengatakan satu metode lebih baik dari yang lain. Penting untuk membersihkan sela gigi dengan benar setiap hari dan menyikat gigi dua kali sehari.