Mengurangi Bau Mulut Saat Puasa Ramadhan
Informasi,  Perawatan

Mengurangi Bau Mulut Saat Puasa Ramadhan

Mengurangi Bau Mulut Saat Puasa RamadhanSaat puasa biasanya menyebabkan bau mulut atau bau mulut. Dalam istilah kedokteran, bau mulut disebut bau mulut. Profesor Ari Fahrial Syam, ahli penyakit dalam yang juga dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan dalam keadaan normal jika mulut kita kering akan menyebabkan bau mulut akibat air liur yang sedikit. Selain itu, aktivitas mengunyah yang berkurang juga bisa menyebabkan bau mulut.

Mengurangi Bau Mulut Saat Puasa RamadhanMengurangi Bau Mulut Saat Puasa Ramadhan

Dciindia.org – Selama berpuasa, kesehatan mulut harus dijaga. Belum lama ini ia mengatakan kepada  bahwa selama berpuasa, dilasir JawaPos.com. Demi menjaga nilai puasa kita harus selalu diperhatikan kesehatan mulut.

Baca Juga : Obat Dan Solusi Dari Sakit Gigi Terbaru

Apa yang bisa membantu Anda menjaga kesehatan mulut dan menghindari bau mulut saat berpuasa?

1. Sikat gigi
Sikat gigi dan lidah setelah sahur dan setelah puasa untuk menjaga kebersihan mulut. Kita tidak boleh menunda menggosok gigi setelah subuh dan tidur dulu.

2. Benang gigi
Gunakan dental floss (benang gigi) untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak bisa dijangkau sikat gigi.

3. Air minum
Minum 8-10 gelas air putih saat puasa dan subuh.

4. Sayuran dan buah-buahan
Makan sayur dan buah saat lebaran dan subuh. Buah tertentu (seperti semangka, bengkuang) merupakan buah yang sangat bisa dimakan karena mengandung banyak air.

5. Hindari merokok
Hindari merokok. Merokok memperburuk kebersihan mulut. Selain itu, rokok itu sendiri memiliki aroma yang tidak sedap.

6. Kontrol dokter
Jika Anda kebetulan memiliki masalah gigi saat berpuasa, harap segera bawa ke dokter gigi untuk perawatan gigi semaksimal mungkin.

7. Hindari makan makanan beraroma
Hindari makanan dengan aroma yang kuat, seperti bawang bombay, petai, jengkol dan durian.

8. Hindari makan yang manis-manis
Hindari makan makanan yang cenderung lengket di gigi, seperti coklat, es krim, biskuit dan kue basah lainnya. Jika Anda memang ingin mengonsumsi makanan tersebut, segera bilas mulut Anda atau segera bersihkan agar makanan tidak menempel di gigi Anda dalam waktu yang lama.

Puasa selama pandemi Covid-19 membuat orang lebih rentan terhadap bau mulut.

Pasalnya, puasa saat pandemi Covid-19 mengharuskan semua orang yang berada di luar ruangan mengenakan masker.

Menggunakan masker dan puasa dapat membuat orang berisiko ganda terhadap bau mulut.

Puasa selama pandemi Covid-19 membuat orang lebih rentan terhadap bau mulut.

Pasalnya, puasa saat pandemi Covid-19 mengharuskan semua orang yang berada di luar ruangan mengenakan masker.

Menggunakan masker dan puasa dapat membuat orang berisiko ganda terhadap bau mulut.

Penyebab bau mulut saat puasa dipengaruhi oleh kondisi mulut kering Hindari air saat makan dan minum.

Selain itu, penggunaan masker dalam jangka waktu lama juga bisa mengeringkan mulut.

Pasalnya, jika memakai masker dengan benar, orang sering membuka mulut untuk bernapas.

Dalam kasus mulut kering, produksi air liur yang bertugas menetralkan asam di dalam mulut juga berkurang.

Akibatnya keasaman rongga mulut tidak seimbang, dan bakteri lebih mungkin berkembang biak di sekitar rongga mulut dan menyebabkan bau mulut.

Namun perlu diingat bahwa penggunaan masker saat pandemi Covid-19 menjadi salah satu cara utama mencegah penyebaran virus corona.

1. Hindari kafein

Tips agar tidak bau mulut saat berpuasa antara lain membatasi atau menghindari asupan kafein, seperti kopi, teh, coklat, soda, dll. Apalagi saat fajar

Menelan kafein dapat merangsang tubuh untuk mengeluarkan lebih banyak air sepanjang hari. Dengan cara ini, orang lebih rentan mengalami dehidrasi dan mulut kering.

Selain itu, beberapa orang yang sensitif terhadap kafein juga rentan terkena asam lambung setelah mengonsumsi asupan ini.

Ketika asam lambung meningkat, keasaman di mulut juga meningkat, dan lebih banyak bakteri bau mulut akan diproduksi di sana.

2. Jaga kebersihan gigi dan mulut

Setelah Ramadhan, Anda bisa menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi setelah menggosok gigi.

Tidak hanya itu, untuk hasil terbaik, silakan luangkan waktu untuk membersihkan lidah dengan lembut setelah menggosok gigi. Dengan begitu, pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut bisa dikendalikan.

Bagi penderita diabetes yang sedang berpuasa tidak hanya menggosok gigi dan lidah saja, tetapi juga menggunakan obat kumur antibakteri sebanyak 3 kali sehari untuk hasil yang lebih baik.

Jika perlu, gunakan benang gigi khusus untuk membersihkan sela gigi di malam hari. Setelah menyikat gigi dan menggunakan obat kumur antibakteri, yang terbaik adalah melakukan langkah pembersihan ini di sela-sela gigi Anda.

3. Ganti masker setiap empat jam

Menurut pedoman kesehatan, masker perlu diganti setiap empat hingga enam jam, termasuk saat Ramadhan.

Masker yang telah digunakan terlalu lama seringkali lembap dan mudah terkontaminasi oleh bakteri.

Pastikan setiap orang yang beraktivitas di luar rumah memakai masker cadangan untuk menggantikan masker yang basah karena bernafas.

Jika Anda menggunakan masker sekali pakai, harap buang masker bekas ke tempat sampah khusus.

Jika Anda menggunakan masker kain, masukkan masker ke dalam kantung khusus dan cuci bersih saat pulang. Tujuannya untuk mencegah tumbuhnya bakteri penyebab penyakit.

4. Permintaan cairan tidak mencukupi

Mencegah mulut kering dan dehidrasi menjadi kunci untuk menghindari bau mulut saat berpuasa.

Puasa sampai setelah subuh, pastikan Anda minum cukup cairan.

Minumlah setidaknya delapan gelas atau dua liter air setiap hari untuk mendapatkan cairan yang cukup.

Saat berpuasa, air putih menjadi pilihan terbaik untuk zat yang mudah diserap tubuh.

Saat berpuasa, Anda bisa mengatur dua gelas saat puasa, empat gelas lagi setelah shalat magrib untuk makan malam, dan dua gelas saat persiapan makan untuk mengatur keadaan air minum.

Selain itu, konsumsilah buah dan sayur yang banyak mengandung air. Hindari terlalu banyak minum minuman manis karena dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Mengurangi Bau Mulut Saat Puasa RamadhanMengurangi Bau Mulut Saat Puasa Ramadhan

5. Pertahankan pola makan yang sehat

Tidak ada tanda-tanda bau mulut selama puasa dan diperlukan diet yang sehat dan seimbang.

Hindari semua jenis karbohidrat olahan, tinggi garam, tinggi gula, dan makanan berlemak tidak sehat.

Karbohidrat olahan ditemukan di banyak makanan kaleng, makanan olahan, dan makanan siap saji.

Makanan ini bisa menyebabkan asam lambung naik dan memicu pertumbuhan bakteri di mulut.

Makanan seperti gula pasir, tepung terigu, kue kering, es dengan segala sirup, dan manisan juga sebaiknya dihindari karena dapat menaikkan kadar gula darah. Ini juga dapat menyebabkan mulut menjadi lebih asam.

Baca Juga : Gejala Penyakit Tuberkulosis yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Pada saat yang sama, daging olahan, berbagai bumbu, kentang goreng, biskuit, dan makanan tinggi garam lainnya. Ini akan meningkatkan kandungan natrium dan mengganggu keseimbangan elektrolit.

Akibatnya tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi, mulut kering, dan bau mulut.

Di saat yang sama, gorengan dan makanan berlemak tinggi dapat mengganggu pencernaan dan meningkatkan keasaman mulut. Akibatnya mulut mudah terkena infeksi dan masalah bau mulut lebih mungkin terjadi.

6. Berhenti merokok

Jika Anda masih merokok, berpuasa mungkin bisa menjadi motivasi yang tepat untuk berlatih berhenti.

Merokok meningkatkan keasaman mulut dan menyebabkan bau mulut.

Apalagi jika perokok menggunakan masker pada siang hari. Bau mulut terasa lebih buruk.

Oleh karena itu, cara mencegah bau mulut saat berpuasa membutuhkan komitmen untuk berhenti merokok. Tidak hanya bau mulut, tapi juga baik untuk kesehatan secara keseluruhan.