Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut
Informasi

Jenis Makanan Yang Merusak Kesehatan Gigi

Jenis Makanan Yang Merusak Kesehatan Gigi – Munculnya masalah gigi terutama disebabkan oleh makanan yang kita makan. Telah lama diketahui bahwa banyak makanan, seperti soda dan makanan manis, berbahaya bagi gigi. Kandungan dalam makanan dan kebiasaan makan bisa menyebabkan masalah pada gigi. Menurut Nammy Patel dari DDS dari San Francisco Green Dental Institute, ada dua jenis makanan yang dapat berdampak negatif pada gigi.

Jenis Makanan Yang Merusak Kesehatan GigiJenis Makanan Yang Merusak Kesehatan Gigi

Dciindia.org – Kedua makanan tersebut adalah makanan asam dan makanan yang menempel di gigi. Kedua jenis makanan ini dapat melindungi enamel gigi dan membuat Anda lebih rentan terhadap karang gigi dan infeksi. Kedua makanan ini juga bisa membuat gigi lebih kuning dan sensitif. Tanpa sepengetahuan Anda, banyak makanan yang berbahaya bagi gigi yang biasanya dimakan setiap hari. Livestrong melaporkan bahwa ada banyak makanan yang berbahaya bagi kesehatan gigi.

1. Dressing Salad

Salad campur, terutama sayuran hijau dan berbagai bumbu, terutama sayuran asam, dapat memengaruhi gigi Anda. Patel menuturkan, keberadaan asam ini, terutama dalam kondisi primitif, bisa meluruhkan enamel gigi. Sayangnya, kebanyakan saus salam mengandung asam dari jus lemon segar dan cuka. Anda dapat mengatasi masalah ini dengan cara yang sederhana. Pastikan minum cukup air setelah makan salad. Permen, karbohidrat, dan asam lambung, dikutip dari detik.com

Baca Juga : Cara Benar Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut

2. Keripik, Crackers, serta Makanan lain yang Mengandung Karbohidrat

Banyak dari makanan tersebut yang tergolong makanan yang menempel di gigi. Meski rasanya enak, beberapa makanan ini bisa sangat merusak kesehatan gigi. “Karbohidrat menempel di gigi dan terurai menjadi gula. Akibatnya, bakteri menumpuk di mulut. Bakteri ini bisa menyebabkan karang gigi.” Patel. Inilah mengapa makanan dengan kandungan gula tinggi (seperti permen dan biskuit) juga bisa menjadi penyebab masalah ini.

3. Makanan yang Menyebabkan Acid Reflux

Masalah ini bukan disebabkan oleh makanan yang tidak baik untuk asam lambung, melainkan oleh asam lambung. Peningkatan asam lambung yang melewati mulut dapat menyebabkan kondisi gigi semakin memburuk. Terjadinya masalah berupa gastroesophageal reflux atau GERD dapat menyebabkan memburuknya kondisi gigi. Makanan yang dapat menyebabkan kondisi ini bervariasi dari orang ke orang. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan makanan yang menjadi penyebab masalah ini.

Air Lemon dan Sitrus

4. Air Lemon

Minum air jeruk nipis atau air putih merupakan salah satu hal yang dilakukan banyak orang untuk kesehatan. Sayangnya, hal tersebut dapat berdampak negatif bagi kesehatan gigi. Limun sangat baik untuk tubuh Anda, tetapi juga bisa sangat buruk bagi gigi Anda. Patel. Kandungan asam lemon bisa menjadi penyebab kondisi ini, terutama bila sering minum alkohol. Solusi untuk masalah ini sebenarnya sangat mudah, yaitu diminum dengan sedotan.

5. Sitrus

Umumnya orang banyak mengkonsumsi buah-buahan yang tergolong buah citrus (seperti jeruk) setiap hari. Meski begitu, sama seperti limun, kandungan asam pada buah ini bisa berbahaya bagi gigi. Meski begitu, bukan berarti Anda harus menghindari hasil ini sama sekali. Setelah mengonsumsi buah ini, Anda bisa minum air untuk berkumur.

Sparkling Water dan Ngemil Terus-Menerus

6. Sparkling Water

Minuman lain yang mungkin berbahaya bagi gigi adalah soda. Minuman ini mungkin mengandung jus buah tambahan, gula, perasa alami dan asam sitrat. Banyak dari komponen ini yang mungkin bertanggung jawab atas korosi pada lapisan enamel. Untuk mengatasi masalah ini, Anda disarankan untuk mengonsumsi air soda tanpa tambahan perasa.

7. Ngemil Keterusan

Terakhir, bukan jenis makanannya, tapi kebiasaan makannya. Setelah makan, nilai pH di dalam mulut akan langsung turun tajam, dan butuh waktu 20 menit untuk menetralkan kembali kandungan tersebut setelah makan. “Jika Anda makan camilan sepanjang hari, mulut Anda akan menjadi lebih asam dan Anda akan rentan terhadap karang gigi,” kata Dr. Dr. menjelaskan. Patel. Untuk mengatasi masalah ini, pastikan untuk merencanakan waktu makan Anda. Jangan makan tergesa-gesa, pastikan segera minum air setelah makan. Semakin banyak air yang Anda minum, semakin netral gigi Anda dan mencegah masalah lebih lanjut.

Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut

Pada acara memperingati Hari Kesehatan Mulut dan GIGI tahun 2021. Unilever Indonesia, TBK. Melalui salah satu produk pasta gigi Pepsodent, serta bersama FDI World Dental Federation serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) meluncurkan kampanye melalui “Ayo #SikatGigiSekarang” diajak untuk berpartisipasi

Kampanye ini bertujuan untuk menyebarkan pentingnya kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari dalam keluarga, tindakan sederhana ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi kesehatan gigi, mulut dan tubuh, terutama pada saat terjadi pandemi.

1. Menjaga kesehatan mulut

Menurut ketua Unilever Indonesia Foundation Sustainable Development Life Beauty and Personal Care and Home Care. Sebuah investigasi menunjukkan bahwa perilaku kesehatan mengalami peningkatan beberapa poin, namun peningkatan ini tidak terjadi pada pemeliharaan gigi dan rongga mulut.

Padahal, kesehatan mulut bisa mempengaruhi kesehatan gigi dan rongga mulut secara keseluruhan.

Oleh karena itu, melalui senam ini diharapkan para orang tua dapat mengajak anaknya untuk menggosok gigi dengan cara yang sederhana, seperti menggosok gigi pada pagi hari setelah sarapan dan pada malam hari sebelum tidur.

2. Survei terkait kesehatan gigi dan mulut

Survei yang dilakukan oleh PT. Unilever Indonesia, TBK. Dalam setiap acara peringatan “Hari Kesehatan Gigi dan Mulut”, memberikan data yang menunjukkan bahwa sekitar 70% masyarakat Indonesia lebih memperhatikan kesehatan fisik dan mental, namun hal ini tidak tercermin pada kesehatan mulut.

Selain itu, data survei juga menunjukkan bahwa 64% orang memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mencuci tangan daripada menyikat gigi, dan kemudian, 52% lebih sering membersihkan dengan obat kumur.

Nah, hasil survey yang dilakukan PT. Unilever Indonesia, TBK. Hal ini juga menunjukkan bahwa 73% orang mengalami gangguan kesehatan mulut.

3. Lima masalah kesehatan gigi dan mulut

Apa masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum ditemui orang selama pandemi?

Menurut Dr. MDSc. GCClinDent. Ratu Mirah Afifah, pada saat pandemi ini masyarakat akan lebih berkeinginan untuk menerapkan prosedur kesehatan dan olah raga agar terhindar dari stres.

Dari 73% penderita gangguan kesehatan gigi dan mulut, ditemukan bahwa mulut kering merupakan salah satu dari lima besar masalah kesehatan gigi dan mulut yang dialami masyarakat sekitar 36%.

Ini diikuti oleh hingga 34% bau mulut, dan 34% dari gusi dan gigi berdarah saat menyikat, yang merupakan tanda pertama radang gusi.

Selain itu, sekitar 31% gusi, gigi atau mulut terasa sakit, dan nyeri akibat karies gigi atau kerusakan gigi baru mencapai 25%.

Wah, ternyata masalah kesehatan mulut yang sering dianggap remeh itu harus segera diatasi?

4. Dampak pandemi Covid-19 pada gigi dan perawatan mulut

Tahukah Anda, seiring penyebaran Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat, hal tersebut juga memperburuk kebiasaan atau perilaku memeriksakan kesehatan mulut.

Hal ini juga disebabkan karena banyak layanan perawatan gigi yang ditutup dan hanya dibuka dalam keadaan darurat.

Sebuah survei menunjukkan bahwa selama pandemi, mengunjungi dokter gigi memiliki perilaku publik, yaitu 59% orang menghindari pergi ke dokter gigi meskipun memiliki masalah gigi. 32% dari mereka yang mengaku pernah mengunjungi dokter gigi saat terjadi pandemi, dari 39 orang. % orang yang tidak mengaku pernah ke dokter gigi telah menghindari pergi ke dokter gigi sejak pandemi.

Masih menemui dokter gigi selama pandemi

5. Dampak orang tua tidak menggosok gigi

Secara global, ketika orang tua tidak menyikat gigi, anak-anak menyikat gigi 7 kali lebih sering dari orang tua. Faktanya, anak-anak di Indonesia akan menghabiskan 14 kali lebih banyak waktu untuk menggosok gigi jika melihat orang tua menyempatkan diri untuk menyikat gigi.

Baca Juga : Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Kolesterol

Selain itu, bila orang tua sama sekali tidak menyikat gigi, 74% anak akan mengikuti kebiasaan orang tua tidak menggosok gigi. Namun, jika orang tua rutin menyikat gigi dua kali sehari, kemungkinan anak melewatkan waktu menyikat gigi hanya 5%. Saat ini jumlah penduduk yang menggosok gigi dua kali sehari mengalami penurunan, yang terbanyak adalah anak-anak dengan proporsi orang tua sekitar 11% dan 5%. Oleh karena itu, ibu harus mengajak dan mengajari anaknya untuk menyikat gigi dua kali sehari, yang sangat penting. Demikian beberapa informasi terkait dengan pemeliharaan dan kesehatan gigi dan rongga mulut, dan fakta membuktikan bahwa keduanya berperan penting dalam keluarga. jangan lupa, Pastikan tidak lupa untuk rajin menyikat gigi secara berkala minimal 3 kali sehari.